Rabu, 03 Mei 2023

Resume Mata Kuliah Etika Profesi ~ Materi 4

 MTERI IV ~ SERTIFIKASI IT PROFESIONAL


Pada pertemuan kali ini materi yang dibahas yaitu tentang Sertifikasi IT Profesional, berikut ini poin dari pembahasannya :


1) Pengertian Sertifikasi

ü Menurut Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP) Serifikasi Profesi adalah sertifikasi kerja yang diperlukan untuk mendapatkan atau meningkatkan kompetensi tertentu.


ü Istilah sertifikasi professional seringkali digunakan untuk menunjukkkan kemampuan atau kualifikasi seseorang berdasarkan atribut atau kriteria yang telah ditentukan oleh sebuah organisasi/badan/lembaga pengembangan (biasanya sudah terakreditasi).


ü Sebutan “sertifikasi” atau “kualifikasi” ditetapkan tenaga professional untuk menjamin kualifikasi dalam melakukan tugas atau pekerjaan.


2) Pentingnya Sertifikasi

Sejumlah 91% manager/pemberi kerja percaya bahwa sertifikasi TI memainkan peranan kunci dalam proses perekrutan dan bahwa sertifikasi TI adalah prediktor yang dapat diandalkan untuk keberhasilan karyawan. Berikut ini adalah 5 alasan mengapa sertifikasi itu penting :


v Sertifikasi membantu manager/pemberi kerja mengisi posisi terbuka


Sebanyak 93% manager mengatakan mencari IT Profesional yang tepat untuk mengisi lowongan kerja merupakan tantangan terbesar, tetapi dengan memasukkan sertifikasi IT sebagai requirement di lowongan kerja memudahkan untuk menemukan IT Profesional yang tepat karena manager dapat mengurangi jumlah resume ‘unqualified’ yang masuk.


v Sebagian besar perusahaan memiliki staf TI dengan pegangan sertifikasi


Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang bersertifikat yakni :


- Lebih percaya diri

- Lebih berpengetahuan

- Mencapai kemahiran kerja lebih cepat

- Lebih dapat diandalkan

- Tampil di level yang lebih tinggi

- Pengalaman menunjukkan bahwa karyawan yang dipekerjakan dengan sertifikasi berkerja lebih cerdas dan mereka berada diposisinya lebih lama.


“Hampir separuh dari organisasi IT telah memiliki IT Profesional yang certified”.


v Professional TI bersertifikat menjadi karyawan yang hebat

Manager mengakui bahwa staff yang bersertifikasi bekerja lebih terampil, berpenghasilan lebih, dan lebih banyak mendapat pengakuan dibanding dengan staff yang tidak bersertifikat. Dengan memiliki sertifikasi membuktikan bahwa mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan.


v Sertifikasi IT semakin penting

Sekitar 94% manager HR berekspektasi sertifikasi IT akan tumbuh terus kedepannya, maka dari itu mereka menyadari akan pentingnya sertifikasi IT.


v Pelatihan saja tidak cukup

Manager setuju bahwa kita memerlukan sertifikasi untuk memvalidasi keahlian yang kita miliki, karena setelah pelatihan/training sangat penting melakukan pengujian sertifikasi untuk mengkonfirmasi ilmu yang didapat.


 


3) Benefit Sertifikasi IT


ü Bagi Individu

§ Sertifikasi IT memisahkan dari kandidat yang bersaing di pasar kerja yang kompetitif.


§ Mendapatkan sertifikasi IT (terbaru) membuktikan kemampuan yang dimiliki saat ini dalam bidang yang perubahannya sangat cepat.


§ IT Profesional bersertifikasi mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada yang tidak bersertifikat.


§ IT Profesional bersertifikasi mendapatkan rasa hormat dan kredibilitas diantara rekan kerja dan atasan.


§ Berkorban waktu dan sumber daya untuk mendapatkan sertifikasi membuktikan dedikasi kita terhadap karir IT kita.


§ IT Profesional bersertifikasi mendapatkan akses ke komunitas profesi sejenis dan memungkinkan menghasilkan kerjasama dalam hal pekerjaan.


ü Bagi Bisnis

§ 75% manager TI percaya bahwa sertifikasi penting untuk kinerja tim.


§ Perusahaan dapat menggunakan sertifikasi IT untuk investasi, mempertahankan dan mempromosikan karyawan yang menjanjikan.


§ Sertifikasi IT yang dimiliki karyawan akan meningkatkan keseluruhan kualitas layanan yang ditawarkan kepada pengguna jasa IT.


§ Teknisi yang bersertifikat melaksanakan tugas secara lebih konsisten, meningkatkan kehandalan IT dan organisasi.


4) Jenis – Jenis Sertifikasi IT (Best of 2017)



Resume Mata Kuliah Etika Profesi ~ Materi 3

 MATERI III ~ KODE ETIK


Pada pertemuan ketiga materi yang diberikan yakni mengenai kode etik, berikut ini poin-poin pembahasan materinya :


1) Pengertian

Kode : Tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud tertentu. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.

Kode Etik Profesi : suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu sebagai landasan tingkah sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. Apabila menurut UU NO.8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.


2) Tujuan

Tujuan utama kode etik ialah:

· Agar seorang professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya.

· Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.

· Menjaga kesejahteraan anggota


3) Prinsip

Menurut Bartens.K prinsip kode etik adalah sebagai berikut :


§ Prinsip Tanggung Jawab

Seseorang yang memiliki profesi harus mampu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari profesi tersebut, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya.


§ Prinsip Keadilan

Menuntut agar seseorang mampu menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain, khususnya orang yang berkaitan dengan profesi tersebut.


§ Prinsip Otonomi

Prinsip ini didasari dari kebutuhan seorang professional yang diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.


§ Prinsip Integritas Moral

Seorang professional dituntut memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya, dan masyarakat.


4) Sifat

Sifat dan orientasi kode etik hendaknya :

ü Singkat

ü Sederhana

ü Jelas dan konsisten

ü Masuk akal

ü Dapat diterima

ü Praktis dan dapat dilaksanakan

ü Komprehensif dan lengkap

ü Positif dalam formulasinya


5) Fungsi Kode Etik Profesi

· Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

· Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

· Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.


6) Sanksi

Sanksi dari pelanggaran kode etik yaitu :

- Sanksi moral

- Sanksi tehadap Tuhan YME

- Sanksi dijatuhkan dari organisasi yang bersangkutan


7) Contoh Jenis Pelanggaran Kode Etik di Bidang IT

§ Hacker dan cracker

§ Denial Of Service Attack

§ Piracy

§ Fraud

§ Gambling

§ Pornography dan Paedophilia

§ Data Forgery

Resume Mata Kuliah Etika Profesi ~ Materi 2

 MATERI II ~ PROFESI IT & PROFESIONALISME 


Pada pertemuan ini materi yang dibahas yaitu mengenai profesi dan profesionalisme serta macam jenis profesi pada bidang IT. Berikut pembahasan materinya :


1.  Profesi

Seperti yang telah dibahas pada pertemuan sebelumnya bahwa profesi yaitu panggilan atau sebutan yang membutuhkan keahlian khusus dan persiapan akademik yang Panjang dan intensif (George Reynolds, 2014).


2.   Profesionalisme

Menurut KBBI profesionalisme ialah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang professional.

Definisi lainnya profesionalisme adalah kompetensi untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar juga komitmen para anggota dari sebuah profesi untuk meningkatkan kemampuan dari seorang karyawan.

Jadi diharap bahwa seseorang yang memiliki profesi harus professional sebagai tanggung jawab atas profesinya dan untuk menunjang tugas supaya sesuai standar kerja yang diinginkan.


3.   Hubungan IT Dalam Profesionalisme Kerja

Apa itu pekerja profesional?

Menurut Merriam-Webster “Seorang professional berkaitan dengan pekerjaan yang memerlukan pendidikan khusus, pelatihan, atau keterampilan”. Jadi dengan ketiga pesyaratan tsb dibutuhkan oleh IT Professional untuk bisa mengatasi dunia komputasi saat ini.

·         Dengan perkembangan teknologi baru yang semakin cepat menuntut IT Professional harus mampu beradaptasi dan selalu mengupgrade keterampilan dan pengetahuan baru karena seorang IT Professional harus open mind terhadap teknologi baru yang dibutuhkan perusahaan dan pasar guna menunjang kemajuan karirnya.

·         Seorang professional mengerti betul kemudahan yang diberikan ketika keampuannya dipadukan dengan kemampuan akan IT. Professional yang sadar akan kebutuhan tsb akan mengambil langkah-langkah nyata.

·         Dibawah ini merupakan ciri – ciri Profesionalisme di bidang TI :


. Contoh Sertifikasi IT


Ø Software Developer

C/C++ certifications, Microsoft – Certified Solutions Developer (MCSD), Amazon – Web Services Certified Developer, Adobe Certified Expert (ACE)


Ø Mobile

MTA – Developer, IBM – Certified Mobile Application Developer, Android – Certified Application Developer.


Ø Big Data

Oracle – Business Intelligence Certification, Microsoft – Certified Systems Engineer Business Intelligence (MCSE), Microsoft – SQL Server Certifications.

Ø Etc. 


5. Jenis Profesi di Bidang IT


v Software Engineering


§ Project Manager

§ System Analist

§ System Designer

§ Programmer

§ UI/UX Designer, etc.


v IT Engineer

§ IT Support Manager

§ IT Support Specialist

§ Network Architect

§ Network Engineer

§ IT Security Specialist, etc.


v IT Operations

§ EDP Operator

§ System Administrator

§ Website Administrator

§ Helpdesk Technician

§ Helpdesk Specialist, etc.


v Data & Business

§ Data Scientist

§ Data Analytics Manager

§ Database Designer

§ Database Administrator

§ IT Strategy Specialist

§ Digital Content Writer, etc.


v IT Management

§ IT Auditor

§ IT Consultant

§ IT Governance Specialist


Beberapa profesi yang telah disebutkan tersebut pada umumnya memiliki tingkatan antara lain : Junior, Middle, Expert (Senior).

Resume Mata Kuliah Etika Profesi ~ Materi 1


MATERI 1 TINJAUAN ETIKA ROFESI


Pada saat pertemuan menjelaskan mengenai pengenalan awal tentang apa sih Etika Profesi itu? Berikut ini poin - poin materi yang telah disampaikan :


1. Pengertian Etika

Kata etika berasal dari 2 kata Yunani yaitu ethos (kebiasaan atau adat) dan (perasaan batin yang mendorong manusia dalam perilakunya). Etika adalah seperangkat keyakinan tentang perilaku benar dan salah dalam suatu masyarakat.

2. Etika, Moral dan Hukum

Etika : Aturan, norma, kaidah ataupun tata cara yang digunakan sebagai pedoman suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku. Jadi etika ini erat kaitannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bersifat mutlak karena berlaku untuk siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.


Moral : Keyakinan pribadi seseorang tentang benar dan salah. Jadi dapat juga dikatakan bahwa moral adalah nilai dan norma yang jadi pegangan bagi seseorang maupun kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Seseorang dapat dikatakan bermoral jika ucapan, perilaku, ataupun prinsip dirinya dinilai baik dan benar oleh standar - standar nilai yang berlaku pada lingkungannya.


Hukum : Sistem peraturan yang memberi tahu kita apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Hukum ditegakkan oleh satu set institusi (polisi, pengadilan, badan pembuat UU). Tujuan dibuatnya hukum untuk mengatur dan menjaga ketertiban & keadilan sehingga kekacauan bisa terkendali atau dapat dicegah.


3.  Etika dan Etiket


Etika : Menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Contohnya dilarang mengambil barang milik orang lain karena itu disebut "mencuri", mencuri tidak boleh dilakukan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.


Etiket : Merupakan sikap (tata krama/aturan) yang mengatur hubungan antar kelompok, berlaku dalam situasi saat kita tidak seorang diri (ada orang lain disekitar). Etiket bersifat relatif (apa yang dianggap sopan pada satu negara mungkin tidak sopan pada negara lain).


4. Profesi


Apakah profesi dan pekerjaan itu sama? Jawabannya adalah tidak sama/berbeda. Karena jika Pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyambung hidup ataupun menghasilkan uang sedangkan Profesi yaitu suatu pekerjaan yang memiliki keahlian khusus. Jadi Profesi masuk kedalam lingkup Pekerjaan.


Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan keahlian (expertise) tertentu, menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi tinggi. Keahlian ini diperoleh dari lembaga pendidikan khusus yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut professional.

Ciri - Ciri Profesi :


✤ Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis

✤ Asosiasi profesional

✤ Pendidikan yang ekstensi

✤ Ujian Kompetensi

✤ Pelatihan institusional

✤ Lisensi

✤ Kode Etik

✤ Status dan imbalan


5. Etika Profesi


Menurut Keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dangan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

6. Kode Etik Profesi

Merupakan sistem norma, nilai, dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik maupun sebaliknya bagi profesional. Tujuannya agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai/nasabahnya.

 

Fungsi Kode Etik Profesi : 

- Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.

- Merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 

- Mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.